Archive for July, 2007

TIM JV Sudah Rekaman 4 Lagu

Monday, July 16th, 2007

SETIAP kali melihat konsernya tim nasyid
Justice Voice (JV) asal Yogyakarta pasti menemukan guyonan segar.
Pasalnya, saat di panggung ada saja materi lelucon yang disampaikan.
Bahkan ketika melantunkan lagu nasyid, sejumlah personel sering membuat
gerakan-gerakan spontan dan tetap sambil bernyanyi. Tak jarang juga tim
JV memanggil perwakilan penonton kemudian jadi ‘bulan-bulanan’
tanya-jawab, tapi akhirnya mendapatkan doorprize seperti gantungan
kunci, bros maupun stiker.

Tim nasyid yang digawangi Faris, Asep, Fely, Fatah, Eko dan Wahyu
ini memilih jalur acapella. Meski begitu lagu-lagu yang ditampilkan
enak dinikmati, sebab dalam lagu-lagunya ada nuansa musik etnik,
balada, pop, rap maupun dangdut. Tim JV pun cukup lihai mengolah
lagu-lagu dari yang melankolis sampai ceria, namun tetap bermakna.
Selain itu sebagian besar lag-lagu JV lebih fokus pada dunia remaja.

“Sekarang ini kami sedang rekaman lagu-lagu baru. Sudah 4 lagu yang berhasil kami selesaikan,” ungkap Manajer JV, M Aga Sukamdo.

Kepada Merapi, Aga mengungkapkan Ramadan tahun ini JV akan berusaha
mengeluarkan album rekaman. Entah itu bersifat indie label maupun major
label. Beberapa album indie label milik JV antara lain yang bertitel
Baru Gede (2001), Lihat Dunia (2002), Agar Cinta Bersemi indah (Album
Kolaborasi; 2003) dan Berhenti Sejenak (2005). Sedang album major
labelnya, yakni Senyum Dong Fren (2003).

“Kami berharap album baru tahun ini dapat diproduksi secara major label,” jelasnya.

Ditambahkan, hampir tiap hari personel JV sekarang ini rekaman di
salah satu studio musik di kawasan Gejayan Yogyakarta. Jika semua lagu
selesai direkam akan dibawa ke produsen kaset. Tak kalah menarik,
menurut rencana, Icha Jikustik dan Sakti (mantan personel Sheila on 7)
akan turut menyumbangkan lagu-lagu religiusnya. Kita tunggu saja
nanti…!    (W-3)-z

(Source: Merapi edisi Cetak, 15 Juni 2007)

JV Garap Album Baru Bersama Sakti SO7

Monday, July 16th, 2007

GRUP nasyid Justice Voice (JV) asal
Yogyakarta kini tengah menjadi idola baru bagi para pecinta nasyid
tanah air. Mereka kerap jadi bintang tamu pada acara Pildacil Lativi,
Pemilihan Dai TPI, dan dewan juri pada Festival Nasyid di Indosiar
bulan Ramadan lalu.

Menurut Asep, salah seorang personel JV seusai pentas di Gedung Nusa
Bahari Kota Tegal saat menjadi bintang tamu dalam pameran Tegal Expo
& Book Fair 2007 beberapa waktu lalu, JV siap menggarap album baru.
“Dalam album baru ini kami akan berkolaborasi dengan Ica Jikustik dan
Sakti Sheila On 7 (S07)” ujarAsep.

Alasan menggaet Ica Jikustik dan Sakti S07, kata Asep agar memberi
suasana baru di dalam racikan lagu-lagunya. “Nantinya Ica maupun Sakti
akan mengisi pada aransemen gitarnya,” ujar Asep.

Personel JV yang terdiri dari para mahasiswa yang kuliah di
Yogyakarta tersebut antara lain Fariz, Asep, Fatah, Fely, Eko dalam
membawakan lagu nasyid di atas panggung memang tidak sebagaimana
grup-grup nasyid lainnya. Mereka di tengah-tengah pentas selalu memberi
humor-humor segar khas lawakan anak muda Yogya, kadang diselingi
pantomim sehingga membuat audiens merasa terhibur, tidak hanya oleh
kemerduan suara mereka, melainkan performa mereka. Dan JV berdiri tahun
2001, akan memulai rekaman untuk album keenamnya bulan Mei 2007 ini.
“Insya Allah nanti menjelang bulan Ramadan nanti atau sekitar bulan
September 2007 album terbaru kami bisa kelar,” kata Asep.    (Ero)-m

(source: Kedaulatan Rakyat versi Cetak, 20 Mei 2007)

Nilai 10 Dapat Rp 250 Ribu

Sunday, July 1st, 2007

Minggu 30/06/2007  14:06:50
                        

Nilai 10 Dapat Rp 250 Ribu

Surabaya – Surabaya Post
Enak, memang, jadi orang berprestasi. Mendapat nilai sempurna, dapat hadiah Rp 250 ribu. Itulah bukti terima kasih SMP Al Hikmah Surabaya pada siswanya yang berprestasi. Selain uang tunai, para siswa yang berprestasi juga mendapat piagam penghargaan.
“Ini wujud terima kasih kami kepada siswa berprestasi. Selain itu, dengan adanya hadiah seperti ini diharapkan siswa semakin giat belajar,” ujar Shohilul Arif, ketua panitia kelulusan SMP Al Hikmah, Sabtu (30/6) siang.

Ada 34 siswa yang berhak mendapatkan hadiah itu. “Siapapun yang mendapatkan nilai 10 dalam Unas (Ujian Nasional) kemarin di setiap mata pelajarannya akan mendapatkan hadiah tersebut. Kalau satu anak mendapatkan nilai 10 dua kali, otomatis dia akan mendapatkan uang tunah Rp. 500 ribu,”tukasnya. 

Tak hanya berprestasi dalam bidang akademik, sebagian siswa SMP yang terletak di perumahan Gayungsari Elveka ini juga mendapatkan kesempatan unjuk gigi. Salah satunya khataman beserta terjemahan juz pertama Alquran yang diikuti 16 siswa terbaik. 

“Undangan yang datang juga mendapatkan kesempatan bertanya langsung kepada 16 siswa tentang arti ayat demi ayat di juz pertama Alquran itu,” imbuhnya.

Tentu saja kesempatan ini tak disia-siakan. Seratusan undangan yang hadir antusias melontarkan pertanyaan demi pertanyaan. Usai, sesi tanya jawab dilanjutkan dengan pertunjukan nasyid dari Justice Voice asal Jogjakarta.

Di bagian belakang kursi pengunjung juga terpampang berbagai macam lukisan karya siswa kelas 7 dan 8. Selain itu, tepat di sebelah kiri karya lukis terpajang dengan rapi, berbagai macam karya ilmiah siswa siswinya. Salah satunya alat untuk mematikan lampu otomatis yang dapat di-remote dari telepon genggam karya M. Fitroh Heriansyahputra. Selain itu juga terdapat beberapa karya siswa lainnya seperti sensor pembuka pintu otomatis, saklar lampu otomatis, serta karya tulis ilmiah lainnya.

Tak hanya di SMP Al Hikmah, SD Al Hikmah juga tidak mau ketinggalan. Sekolah yang letaknya 500 meter ke arah timur ini juga melakukan hal serupa. “Ini sebagai wujud terima kasih kami setelah semua siswa kami lulus Unas beberapa waktu lalu,” kata Muhamad Yasin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Uniknya, tutur Yasin, siswa SD ini pengumunannya diberikan dalam bentuk amplop. Setelah membaca isisnya kalau mereka lulus, kemudian siswa mengisi sendiri amplop tersebut secara sukarela. “Dan Alhmdulillah kami mendapatkan uang sumbangan sebesar Rp. 5 juta dari total 183 siswa. Selanjutnya uang tersebut diberikan kepada yayasan yatim piatu Ittaqu, Menanggal, Surabaya,” tambahnya. 

Sementara di bagian luar ruangan, kita akan disuguhi berbagai macam gambar lukisan karya anak kelas 4 dan 5. Isinya variatif, mulai kaligrafi hingga panorama. Lukisan ini juga dijual, harganya Rp 200-500 ribu. (dra)

(source: http://www.surabayapost.info)