JV di Pengungsian Merapi
Assalamu’alaikum wr.wb.
Ba’da tahmid wa shalawat
Suasana barak pengungsi
Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY, sedikit berbeda hari minggu malam tanggal
21 Mei 2006 yang lalu. Para pengungsi yang biasanya
menghabiskan malam dengan suasana sepi dan tidur, menjadi sedikit terhibur
dengan adanya acara yang ‘unik’ bagi mereka.
Malam itu ada acara tambahan
selain TPA bagi anak-anak yang biasanya dilaksanakan antara maghrib sampai
isya. Ada pengajian sekaligus
penyerahan bantuan yang dilaksanakan oleh Al Hikmah bekerja sama dengan BATAN,
plus hiburan dari dua grup nasyid asal Yogyakarta.
Partisipasi berbagai pihak menjadikan rangkaian acara tersebut menjadikan barak
pengungsian lebih ‘hidup’. Ada para penanggung jawab lokasi barak yang begitu
men-support dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan, ada penduduk
sekitar yang dengan sukarela menyediakan sound system, ada P2B setempat yang
menjadi penghubung sekaligus pengelola harian TPA, JV Management yang
bertanggung jawab untuk hiburan malam itu, dan JVC DIY yang membagi-bagikan
snack pada adik-adik TPA.
Acara diawali dengan penampilan
nasyid Rafiq selama kurang lebih sepuluh menit, lalu dilanjutkan dengan
pengajian selama kurang lebih satu jam. Sebagai penutup ditampilkan grup nasyid
Justice Voice (JV) yang selama ini dikenal dengan slogan Funky tapi Syar’i-nya.
Slogan itu benar-benar terwujud dalam penampilan mereka. Lelucon segar dan
di-’jawa-jawa’-kan menjadikan
para pengungsi bisa tersenyum dan tertawa. Grup ini juga bisa melibatkan para
pengungsi dalam lelucon dan nyanyian mereka. JV tampil selama kurang lebih 30
menit dengan membawakan lagu Neo Shalawat, Istri Sholehah, dan Astaghfirullah,
mereka mengajak penduduk bernyanyi, bahkan sampai mengubah syair lagu dengan
memakai nama salah satu pengungsi yang menyaksikan acara tersebut.
Acara disudahi sekitar pukul 21
malam dikarenakan akan diadakan ujian sekolah keesokan harinya. Barak pengungsi
Kepuharjo ini memang menempati gedung SMKN 1 Cangkringan. Keakraban terjalin setelah acara tersebut, ditandai dengan
obrolan santai antara pengisi acara dengan pengungsi, foto bersama, serta makan
bersama. Dari obrolan yang terjadi, pengungsi merasa cukup terhibur dengan
adanya acara tersebut, akan tetapi mereka tetap berharap Merapi segera normal
kembali sehingga mereka bisa pulang ke rumah masing-masing dan menjalankan
aktivitas seperti biasanya.
Terima kasih.